Rabu, 25 Februari 2015

UBUR-UBUR API (PHYSALIA)

            Ubur-ubur api mempinyai julukan portuguese men o’war dikarenakan bentuk tubuhnya menyerupai kapal perang yang biasa disebut man-of-war. Namun, hewan ini lebih mirip dengan kapal man-of-war versi portugis yang layarnya sedang terkebang penuh. Hewan ini termasuk filum Cnidaria.

Hewan ini dikenal memiliki sengatan yang cukup berbahaya yang mengakibatkan adanya jejak kemerahan di kulit hingga 3 hari setelah tersengat. Biasanya, rasa sakit akan hilang dalam waktu beberapa jam. Namun, jika racun dari sengat ini menjalar dalam darah hingga ke kelenjar getah bening, maka akan mengakibatkan intensitas rasa sakit yang luar biasa dan bahkan bisa berujung pada kematian.

Sebagai langkah antisipasi, jika suatu waktu menemukan spesies ini di tepi pantai, tidak menyentuh dengan tangan kosong. Sebab, walau sudah terdampar berhari-hari, sengatnya masih sanggup untuk melukai manusia.

Biasanya, spesies ini bisa ditemukan di sekitar laut dengan perairan yang hangat sperti samudra Pasifik, samudra Hindia, sekitar laut Colombia dan sepanjang pesisir Australia. Spesies ini akan mengapung dengan tenang sehingga sesekali akan tersapu ombak hingga ke tepi pantai.  Meskipun tampak seperti hewan tunggal, ubur-ubur api sebenarnya merupakan gabungan dari 4 koloni polip yang terspesialisasi. 

 Koloni pertama adalah kelompok yang membentuk badan pengapung (pneumatophore) yang selalu tampak dari atas permukaan laut. Biasanya berwarna biru, merah muda, ungu denga tubuh yang bening. Bagian pneumatophore biasanya terisi gas sehingga bisa mengapung di lautan.

Koloni kedua berperan mengurus proses pengolahan makanan (gastrozoid). Koloni ketiga berperan di bidang pertahanan (dactylozoid) yang membentuk sengat (nematocyst) dengan panjang 10-50 meter. Koloni keempat berperan dalam perkembangbiakan (gonozoid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar